04 August 2015

[The Story] Bye, Gone, Love You (FF HWS)

Judul Cerita : Hazel Wedding Story (2nd Impression)
Penulis Cerita Asli : Leonna Amorette Ferdinand
Judul HWS Challenge : Bye, Gone, Love You
Penulis HWS Challenge : princessashr

Hai.. hai.. Ketemu lagi dengan aku disini.. Kali ini aku mau nulis cerita yang kemarin iseng aku bikin buat HWS Challenge di situs orange, wattpad. Dan akhirnya, Alhamdulillah, rejeki di awal bulan Agustus, dapat hadiah buku seri pertama.. Semoga bisa menjadi pembuka pintu rejeki di bulan ini.. Aamiiinn..

Dan inilah pembuka serta coretan ceritaku..

Check it out..

Hai, mba leonna_amorette ini sedikit kisah tentang Hazel - Marvin - Riana. Maaf, jikalau rada sedikit ambigu dan kacau. Mata sudah 5 watt. Semoga suka ya, mba.
 




"Apa kesempatan untukku sudah tak ada? Untuk bersamamu, merangkai hari hingga nanti maut memisahkan kita? Apa memang aku sudah tak punya hak untuk benar-benar menjadi ayah untuk Marvel? Membuat dia memanggilku 'Ayah'? Dia perlu tau aku ayahnya, Zel. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku mohon, Zel" pinta Marvin sambil berlutut memohon pada Hazel.

Hazel hanya bergeming menatap Marvin. Tak berniat untuk menjawab ataupun memandang Marvin. Dia takut, sesuatu itu muncul kembali. Dia hanya tak ingin terluka kembali.

"Kalau masalah Riana, aku sepakat untuk bercerai dengannya. Tanggung jawab Logan tak akan kulepaskan. Tapi, aku pastikan jika selamanya kamu yang ada di hatiku, disampingku, menemaniku, Zel. Aku tau kesalahanku fatal untuk bisa kau maafkan. Aku sadar akan hal itu. Tapi, jika kau memang tak bisa memaafkanku, memberiku kesempatan, tak apa, aku berhenti. Aku berhenti untuk bisa kembali bersamamu. Biarkan aku sendiri dalam menjalani hariku. Tanpamu, tanpa siapapun. Mungkin ini karma untukku yang pernah menyakitimu. Terima kasih, Hazel, untuk segala waktu yang kau berikan untukku, untuk bertemu dengan Marvel, mengenalnya. Kudoakan semoga kau bahagia dengan siapapun pilihanmu. Aku pamit. Terima kasih" Marvin beranjak bangkit dari posisinya dan perlahan berjalan melangkah menjauhi Hazel.

Apa ini yang aku inginkan? Nggak.. Aku mencintai dia, aku mencintai dia, aku mencintai dia.

Di mobil..

"Hallo, pak Arifin. Bisa saya minta tolong? Tolong uruskan perceraian saya dengan Riana. Untuk harta gono gininya, cukup rumah yang dia tempati sekarang. Dan satu lagi, pak, tolong urus surat wasiat yang isinya harta yang saya miliki dan perusahaan yang saya miliki, kecuali gono gini untuk Riana dan Logan, jatuh ke tangan Marvel. Dan satu lagi, pak, ada satu surat yang baru saja saya kirimkan melalui email kepada Bapak. Tolong sampaikan kepada Hazel, pak. Terima kasih bantuannya, pak Arifin"

"Baik, pak, akan segera saya laksanakan. Terima kasih kembali, pak Marvin"

Hazel, aku janji, setelah ini aku akan menghilang dari hidupmu dan Marvin selamanya. Daripada aku tak sanggup melihatmu bahagia dengan orang lain dan mendengar Marvel, anak kita, memanggil pasanganmu dengan panggilan 'Ayah'. Mungkin ini karma untukku, karena aku telah menyakitimu begitu dalam. Tak akan cukup aku meminta maaf dan menebusnya hingga ribuan tahun. Biar aku sekarang seperti ini, menjauh darimu dan Marvel juga semuanya. Biarkan aku bergelung dengan kesendirianku.

Hari berikutnya..
"Permisi, ibu Riana. Perkenalkan nama saya Arifin, pengacara yang ditunjuk oleh Bapak Marvin untuk mengurus perceraian dan gono gini dengan ibu. Boleh saya masuk, ibu?"

Riana yang mendengar kata 'cerai' begitu amat sangat terkejut. Tapi dia berusaha menyembunyikannya.

"Si.. Silahkan masuk, pak. Silahkan duduk"

"Baik, ibu. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi di awal kedatangan saya, tujuan saya kemari apa. Ini ibu berkas perceraian yang diajukan oleh Bapak Marvin, dan untuk harta gono gini, Bapak Marvin meninggalkan kediaman ini untuk ibu dan putra ibu. Mohon ditanda tangani disini, ibu" Pak Arifin menunjukkan tempat dimana Riana harus membubuhkan tanda tangannya.

"Ma.. Marvin dimana, pak? Kenapa dia tidak memberitahukan langsung kepada saya?"

"Maaf, ibu, saya tidak tahu dimana Bapak Marvin saat ini. Bukan kapasitas saya untuk menjawab"

Benarkah ini keputusan terakhir yang dia ambil untuk hubungan kami? Bahkan hingga saat ini pun aku tetap tak pernah bisa mengalahkan pesona Hazel di hati Marvin. Selamanya cinta Marvin hanya untuk Hazel. Lalu selama ini aku apa dimata dia? Tapi, jika ini jalan terbaik yang dia ambil, aku terima. Kudoakan semoga dia bahagia dengan keputusannya ini.

Tak lama surat itu pun selesai ditanda tangani.

Tak lama kemudian..

"Permisi, ibu. Apakah ibu Hazel ada di rumah? Perkenalkan saya Arifin, pengacara dari Bapak Marvin"

"Oh, iya, ada. Sebentar saya panggilkan"

"Selamat siang, ibu Hazel, perkenalkan nama saya Arifin, pengacara dari Bapak Marvin. Boleh saya menjelaskan mengenai kedatangan saya kemari, ibu?"

"Silahkan, pak. Ada apa ya?"

"Begini, ibu. Ini mengenai surat wasiat dan warisan dari Bapak Marvin untuk Marvel, putra beliau dengan ibu Hazel. Beliau menyerahkan seluruh harta dan perusahaannya kepada Marvel. Sebelum kemari, saya sempat ke rumah Ibu Riana untuk mengurus perceraian Bapak Marvin dengan Ibu Riana juga mengenai gono gininya"

"Ce.. Cerai, pak? Bapak serius? Dan ini apa? Kenapa semuanya jatuh ke tangan Marvel?"

"Ah iya, ibu. Mohon maaf, ini ada surat dari Bapak Marvin untuk Ibu Hazel. Boleh saya meminta kesediaan Ibu untuk menandatangani berita acara ini?"

Malam harinya..

Dear Hazel..

Aku tau aku tak kan pernah pantas untukmu. Aku tau diri. Tapi, aku berterima kasih atas segala waktu yang sudah kau berikan padaku untuk dekat dengan anakku, Marvel. Terima kasih tak terhingga untukmu, Hazel.

Mohon maafkan aku yang selama ini membuatmu sakit hati dan karena itu aku tak kan pernah memiliki kesempatan kedua dalam hidupku bersamamu. Aku menyerah, Hazel. Aku menyerah. Aku titipkan warisan untuk Marvel karena aku tau di bawah didikanmu dia akan menjadi laki-laki yang baik tak seperti aku.

Aku pergi, Hazel. Aku janji tak akan pernah menampakkan diriku padamu selamanya. Tak akan pernah menampakkan keberadaanku pada Marvel. Biarlah dia mengingat aku sebagai 'Om Baik' nya bukan sebagai 'Ayah' nya. Jaga dia, Hazel. Berbahagialah kamu dengan siapapun itu. Aku pergi selamanya darimu. Terima kasih untuk cinta dan kesetiaanmu. Terima kasih banyak. Aku selalu dan selamanya mencintaimu. Love you.

Seseorang yang pernah menyakitimu,

Marvin

Hazel hanya bisa menangis sambil meutup mulutnya. Tak percaya akan kenyataan yang dia terima jika Marvin menyerah. Meninggalkan dia kembali dalam luka yang sama. Dia ingin Marvin ada di sekitarnya, melihatnya. Tak peduli dengan keadaan mereka saat ini, tapi Hazel hanya ingin melihat dia ada, itu sudah cukup. Tapi, kenapa sekarang seperti ini? Apa yang harus aku lakukan dan katakan jika Marvel bertanya?

"Kamu dimana, Marv? Kembalilah, aku mohon"
2 comments on "[The Story] Bye, Gone, Love You (FF HWS)"
  1. Aku jg baca Hazel, tp kmarin gak ikut challenge

    ReplyDelete
    Replies
    1. Challengenya di FB authornya kok, mba.. Aku juga ikutannya cuma iseng pas terlintas ide.. hehe..

      Trimakasih sudah mampir, mba :)

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, kawan! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Custom Post Signature

Custom Post  Signature